Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Mei 2017

7 Aktivitas Ringan ini Mengganti Olahraga di Bulan Ramadhan

Credit image: janchipchase[dot]com

Puasa Malas Olahraga? Ini Dia 7 Aktivitas Ringan Pembakar Kalori di Bulan Ramadhan

Jadwal olahraga berantakan di bulan ramadhan? Tubuh lemas berpuasa bukan berarti tak dapat beraktivitas membuang kalori lho. Yuk cek disini tujuh aktivitas ringan pembakar kalori yang dapat dilakukan selama puasa.

Puasa seringkali membuat badan lemas hingga malas berolahraga. Alhasil, kalori tubuh pun tak banyak keluar selama Ramadhan. Namun tahukah Anda bahwa banyak aktivitas ringan yang bisa dilakukan untuk membuang kalori berlebih pada tubuh.

1. Membersihkan Rumah
Kegiatan membersihkan rumah menjadi pembakar kalori yang efektif lho beautynesian. Setiap jam kita membersihkan rumah, kalori yang terbuang sebanyak 204 kkal. Wah, tak hanya rumah menjadi bersih, tubuh pun menjadi bugar dan sehat. Nilai kalorinya pun hampir setara dengan olahraga jalan cepat yang melepas 239 kkal tiap jam.

2. Naik Turun Tangga
Jika biasanya beautynesia menggunakan lift atau eskalator saat di kantor, cobalah menggunakan tangga selama bulan ramadhan. Alih-alih berolahraga, naik tangga mampu melepaskan 440 kkal per jam. Angka ini lebih banyak dari olahraga angkat beban yang hanya melepas 341 kkal per jamnya. 

3. Jalan-jalan ke Pasar Ramadhan
Berjalan-jalan ngabuburit ternyata juga dapat menjadi ajang melepas kalori berlebih pada tubuh. Selagi bersenang-senang mencuci mata di pasar ramadhan, tubuh kita melepas kalori sebanyak 188 kkal per jam.

4. Memasak Makanan Sahur dan Berbuka
Aktivitas rutin memasak pun mampu membuang kalori yang cukup banyak. Setiap jam beautynesian berjibaku di dapur, kalori yang terbuang sebanyak 154 kkal. Wah, tak malas lagi dong ya saat menyiapkan makanan sahur dan berbuka.

5. Jogging Ringan ke Masjid
Jogging merupakan salah satu jenis olahraga yang banyak melepas kalori. Sedikitnya 556 kkal terbuang setiap jam saat jogging. Namun saat puasa pastilah malas melakukan jogging. Kendati demikian, beautynesian patutlah mencoba jogging sembari pergi ke masjid. Bahkan sekalipun dilakukan hanya 15 menit, beautynesian sudah melepas 139 kkal.

6. Shalat Tarawih
Berapa jam beautynesian biasa shalat tarawih? Pada umumnya, tarawih dilakukan selama 1 jam 15 menit. Selama waktu tersebut, gerakan shalat tarawih mampu melepas hingga 200 kkal.

7. Tadarus
Ternyata membaca al qur'an pun dapat menjadi aktivitas pelepas kalori. Saat Ramadhan, tadarus menjadi aktivitas rutin yang tak bosan dilakukan kapanpun dimanapun. Nah, tiap jam bertadarus, kalori yang dibuang sebanyak 91 kkal. 

Itulah tujuh aktivitas ringan di bulan ramadhan yang mampu melepas kalori berlebih pada tubuh. Jadi tak ada alasan lagi malas berolahraga saat puasa. Tak ada alasan lagi pula untuk berhenti diet. Justru saat puasa lah momen tepat untuk menyegarkan dan merampingkan tubuh. Ketika raya tiba, beautynesian pun akan tetap nampak langsing dan cantik.


Published at: beautynesia.id

Jumat, 10 Februari 2017

Bunda, Begini Cara Shalat Sambil Gendong Bayi

credit image: rumahkeluargaindonesia.com



Alhamdulillah, syariat ini dibawa Rasulullah dengan banyak sekali kemudahan, keringanan dan pengecualian dalam ibadah. Meski tengah menghadap Ilahi, seseorang dibolehkan menggendong anak ataupun bayi.

Bagi muslimah yang telah dianugerahi buah hati, menggendong anak saat shalat menjadi kebutuhan darurat. Banyak kondisi yang mengharuskan ibu muslimah melakukannya. Sebut saja kondisi bayi yang menangis saat ditinggal shalat, atau anak mengganggu dengan memanjat punggung ibunda yang tengah bersujud. Bolehnya shalat sambil menggendong anak juga seringkali dibutuhkan ibu saat shalat di masjid, atau bahkan saat shalat hari raya.

Kendati dibolehkan, ada syarat yang harus dipenuhi. Pertama, shalat menggendong bayi hanya dilakukan saat ada kebutuhan. Jadi tidak serta-merta anak digendong saat shalat padahal saat itu anak tenang atau tidak mengganggu. Adapun syarat kedua, pastikan anak suci lagi bersih dari najis. Syarat berikutnya, mengikuti tata cara yang benar sebagaimana dicontohkan

Nabi Muhammad. Lalu bagaimana cara yang dicontohkan Rasulullah tersebut? Berikut hadits yang mengabarkannya. Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menggendong cucunya, Umamah bintu Zainab Bintu Muhammad Rasulullah. Hadits mengenai hal tersebut disampaikan oleh Abu Qatadah radhiyallahu anhu , ia berkata,

"Saya melihat Rasulullah shalat mengimami para Sahabat sambil menggendong Umamah bin Abi al-Ash, anak Zaenab putri beliau shallallahu‘alaihi wasallam, di atas bahunya. Maka apabila ruku, beliau meletakkannya dan apabila selesai sujud, beliau menggendongnya kembali." Pada jalur riwayat lain, disebutkan "Apabila berdiri beliau menggendongnya dan apabila sujud beliau meletakkannya." (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Terdapat pula fatwa yang menjelaskan rinci kebolehan dan cara shalat sambil menggendong anak. Dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin saat ditanya apakah seorang ibu boleh menggendong anaknya saat shalat. Syaikh menjawab bahwa shalat sambil menggendong anaknya tidak mengapa bila anaknya dalam keadaan suci dan memang butuh digendong. Syaikh berkata, hal tersebut mungkin terjadi karena anaknya menangis dan bisa menyibukkan si ibu apabila tidak  menggendongnya.

"Telah pasti kabar yang datang dari nabi yang menyebutkan beliau pernah shalat sambil menggendong cucu beliau Umamah binatu Zainab bintu Rasulullah Ketika itu Rasulullah shalat mengimami orang-orang dalam keadaan Umamah dalam gendongan beliau. Bila berdiri, beliau menggendong Umamah dan di saat sujud beliau meletakkannya. Apabila seorang ibu melakukan hal tersebut maka tidak apa-apa, tetapi yang lebih utama tidak melakukannya melainkan jika ada kebutuhan.” (Nurun ‘alad Darb, hlm. 17), dikutip dari web darussalaf.

Maka telah jelas bagi kita perihal tata cara yang benar saat shalat menggendong anak. Jika dirinci dengan terang maka sebagai berikut;

Pertama, ketika takbiratul ihram, posisi anak ada pada gendongan kita. Lalu kedua, saat ruku, taruh anak di dekat tempat sujud. Demikian posisi anak seperti itu hingga sujud kedua usai. Ketiga, yakni saat bangkit dari ruku, ambil kembali si anak dan gendong ia kembali. Demikian seterusnya hingga rakaat shalat usai.

Hal lain yang mungkin perlu diperhatikan yakni kelapangan tempat shalat. Tentu kita harus lebih memilih kelapangan tempat shalat, terutama saat shalat berjamaah. Jangan sampai keberadaan anak kita mengganggu jamaah lain saat menaruhnya di tempat sujud. Selain itu, perlu perhatian ekstra pula untuk anak yang masih bayi ataupun balita. Penggunaan popok yang baru serta jaminan tidak tembus menjadi perhatian kita sebelum memulai shalat.

Demikian syariat ini memberi keringanan. Tata caranya pun telah diajarkan oleh Rasulullah melalui hadits beliau diatas. Selepas ini, tak perlu ragu lagi untuk menggendong anak saat shalat.

Published at: muslimahdaily.com